
Bulan Februari identik dengan perayaan khusus yang dikenal dengan "valentine's day". Valentine's day diperingati sebagai hari kasih sayang. Para hari itu, berbagai acara diadakan, secara khusus di kalangan kawula muda. Berbagai souvenir dengan bercirikan cinta kasih pun dipajang di supermarkat atau toko-toko. souvenir-souvenir berhiaskan gambar hati nampak mendominasi. Nampaknya banyak anak muda yang berkerumun sedang memilih "sesuatu" yang dianggap sangat berharga untuk diberikan kepada orang yang dicintainya. Biasanya cokelat akan menjadi sangat laris, dan tentunya juga bunga. Sebuah maskapai penerbangan pun mempergunakan kesempatan ini untuk menyatakan cinta kasihnya kepada costumer atau pelanggan yang mempergunakan jasa penerbangan mereka. Cokelat dan bunga pun dibagikan sebagai simbol cinta kasih kepada orang-orang yang dihargai serta dicintai.
Bagaimana sebenarnya koq sampai ada hari Valentine? Berbagai versi cerita sehubungan dengan sejarah valentine's day pun bermunculan. Ada versi yang menyatakan bahwa hari valentine dimulai pada masa kekaisaran Romawi, dimana dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Peringatan hari besar ini dirayakan untuk menghormati Juno (Tuhan Wanita) dan Perkawinan dengan Pah (Tuhan dari Alam). pada saat itu digambarkan orang-orang muda (laki-laki dan wanita) memilih pasangannya secara diundi, kemudian mereka bertukar hadiah sebagai pernyataan cinta kasih. Dengan diikuti berbagai macam acara hura-hura dengan pasangannya.
Versi yang lain menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998). Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).( dikutip dari:rotogu_blogspot.com).
Apapun versi yang disampaikan sehubungan dengan sejarah perayaan Valentine's day, kita tidak sedang mempermasalahkan bagaimana mulainya. Jugan kita tidak terjebak dalam simbol-simbol seperti pengiriman kartu atau pemberian cokelat atau bunga mawar. Namun kita harus masuk lebih dalam lagi kepada nilai apa yang terkandung di dalamnya. Bukankah Valentine's day dirayakan untuk memperingati hari kasih sayang?. Kasih sayang yang diberikan kepada pasangan atau orang-orang disekitar kita haruslah kasih sayang yang sungguh murni. Kasih sayang sebagaimana yang Kristus sudah tunjukkan. Ada pun pemberian yang diberikan seperti cokelat atau bunga hanyalah simbol cinta dalam realita. Kita tidak bisa menyatakan cinta atau kasih hanya melalui ucapan belaka. Cinta kasih seharusnya diwujudkan dalam sebuah tindakan konkret.
Saya terharu karena menerima "hadiah" dari anak saya Silvia sebuah cokelat mungil. Anak seusia Silvia yang masih duduk dibangku SD, mencoba mengungkapkan perasaan sayangnya kepada orang tua melalui pemberian. Ini artinya bahwa, seseorang membutuhkan media untuk menyalurkan perasaannya. Valentine's day, dari sisi positif berdampak bagi pembinaan mental seseorang dalam mengeluarkan energi positif kepada orang lain. Dan salah satu energi positif itu adalah : Kasih sayang.
Merayakan cinta kasih seharusnya tidak menunggu hari Valentine dulu. Cinta kasih seharusnya dirayakan dari hari ke hari. Namun bagaimana pun jua, dengan adanya media seperti perayaan Valentine ini, maka ada waktu yang khusus untuk menyatakan kasih sayang. Kasih sayang tidak terbatas hanya bagi yang sedang jatuh cinta. Kasih sayang juga kepada anak-anak, orang tua, mertua, sahabat-sahabat, dll. Ketika kita mengatakan,"saya mengasihimu", maka energi positif ini akan mengerjakan perubahan besar dalam hidup kita. Kebencian akan pudar, sakit hati akan terobati. Maka pemulihan hidup pun akan terjadi. Nah jika hubungan kita dengan Tuhan dan sesama sudah dipulihkan, maka kedamaian akan tumbuh dalam hati kita masing-masing.
Ketika kita menyebarkan kasih sayang atau cinta kasih, maka benih-benih itu akan bertumbuh menjadi sebuah pohon cinta kasih yang rindang. Setiap orang merasa sejuk berada dekatnya.
Nah, Siapa yang harus memulai menyebarkan benih cinta kasih? Saya dan saudara yang sudah merasakan kasih Tuhan dalam hidup ini. Sebarkanlah itu, demi sebuah masa depan yang penuh dengan kedamaian dan cinta kasih.
Salam,
Yohanes