Mengapa dedaunan menari-nari? Apakah karena ia sedang senang atau sedang mendapatkan kesejukan sang hujan? Mengapa burung bernyanyi riang? Apakah karena ia telah mendapatkan makanan? Mengapa? Tanya saja pada mereka, mengapa mereka demikian. Tapi tunggu dulu, jangan bertanya pada mereka, nanti disangka tidak waras alias miring. Dedaunan khan tidak bisa bicara, burung pun demikian. Sekalipun pakai pengeras suara 100 ribu watt, ya tetap saja tidak ada jawaban. Dedaunan tetap akan melambai-lambai ketika dibelai sang angin. Burung pun akan tetap berkicau menyambut datangnya sang pagi. Bahkan sang surya pun tetap bersinar sekalipun dibendung oleh sang awan. Mungkin mereka tidak punya alasan untuk tidak mengekpresikan jati dirinya. Rasanya koq aneh ya jika sang surya tersinggung ketika melihat manusia tidak berterima kasih atas sinarnya. Sang surya tidak peduli apakah manusia marah karena panasnya atau berterima kasih atas kehangatannya. Yang ia lakukan hanyalah bersinar. Melalui sinarnya alam mendapatkan kehidupan. Ia tidak terpengaruh oleh perubahan alam. Bahkan ia tidak ambil pusing dengan sifat manusia yang tidak peduli terhadap kehadirannya.
Manusia merosot kesadarannya tentang kehadiran mahluk lain di sekitarnya. Manusia hanya memikirkan diri dan masalahnya. Manusia hidup dalam keruwetan pikiran yang tiada akan pernah berakhir. Mahluk di sekitarnya kadang dianggap saingan bagi kelangsungan hidupnya. Manusia geram, marah, jengkel ketika keinginan hatinya tidak terpenuhi.
Sekarang tenangkan diri anda!!! Pandanglah sekelilingmu...apa yang anda lihat? Apa yang anda dengarkan? Apa yang dapat anda rasakan? Pernahkah anda mensyukuri kehadiran mereka? Atau anda merasa bahwa kehadiran mereka tidaklah begitu penting bagi anda.
Ketika melihat anak-anak bermain, berlari ke sana kemari, bahkan berteriak-teriak, apakah anda merasa terganggu? Ketika hujan turun dengan derasnya, bahkan pakaian anda basah olehnya, apakah anda marah? Atau sebaliknya terik matahari telah membuat kulit anda kusam dan bertambah gelap, apakah anda bersungut? Jika anda menjawab ia, maka anda sedang hidup di alam lain. Anda tidak hidup di dunia yang nyata dan serba serbi ini. Anda tidak layak tinggal di dunia ini, karena anda tidak mampu menerima kenyataan bahwa sesungguhnya anda sedang hidup di dunia fana yang serba serbi ini.
Terus jika demikian, apa yang harus saya lakukan jika saya masih ada di dunia fana yang serba-serbi ini? Terimalah semuanya dengan penuh ucapan syukur. Menjadi marah, bersungut, jengkel, sakit hati akan mempercepat anda meninggalkan dunia ini. Bukankah Yesus mengutus kita masuk dunia ini agar kita bisa menjadi terang dan garam bagi dunia ini? Kita diutus bukan untuk merusak, menghancurkan hidup orang lain. Namun sebaliknya kita diutus untuk menjadi terang bagi yang terhilang dan menjadi garam bagi yang mengalami kehampaan hidup. Tidak penting bagi anda berapa lama anda hidupdalam dunia ini. Yang lebih penting adalah apa yang anda lakukan selama anda hidup di dunia ini. (YM)
Manusia merosot kesadarannya tentang kehadiran mahluk lain di sekitarnya. Manusia hanya memikirkan diri dan masalahnya. Manusia hidup dalam keruwetan pikiran yang tiada akan pernah berakhir. Mahluk di sekitarnya kadang dianggap saingan bagi kelangsungan hidupnya. Manusia geram, marah, jengkel ketika keinginan hatinya tidak terpenuhi.
Sekarang tenangkan diri anda!!! Pandanglah sekelilingmu...apa yang anda lihat? Apa yang anda dengarkan? Apa yang dapat anda rasakan? Pernahkah anda mensyukuri kehadiran mereka? Atau anda merasa bahwa kehadiran mereka tidaklah begitu penting bagi anda.
Ketika melihat anak-anak bermain, berlari ke sana kemari, bahkan berteriak-teriak, apakah anda merasa terganggu? Ketika hujan turun dengan derasnya, bahkan pakaian anda basah olehnya, apakah anda marah? Atau sebaliknya terik matahari telah membuat kulit anda kusam dan bertambah gelap, apakah anda bersungut? Jika anda menjawab ia, maka anda sedang hidup di alam lain. Anda tidak hidup di dunia yang nyata dan serba serbi ini. Anda tidak layak tinggal di dunia ini, karena anda tidak mampu menerima kenyataan bahwa sesungguhnya anda sedang hidup di dunia fana yang serba serbi ini.
Terus jika demikian, apa yang harus saya lakukan jika saya masih ada di dunia fana yang serba-serbi ini? Terimalah semuanya dengan penuh ucapan syukur. Menjadi marah, bersungut, jengkel, sakit hati akan mempercepat anda meninggalkan dunia ini. Bukankah Yesus mengutus kita masuk dunia ini agar kita bisa menjadi terang dan garam bagi dunia ini? Kita diutus bukan untuk merusak, menghancurkan hidup orang lain. Namun sebaliknya kita diutus untuk menjadi terang bagi yang terhilang dan menjadi garam bagi yang mengalami kehampaan hidup. Tidak penting bagi anda berapa lama anda hidupdalam dunia ini. Yang lebih penting adalah apa yang anda lakukan selama anda hidup di dunia ini. (YM)



