Apa yang ada dalam pikiran anda ketika membaca judul di atas? Ah sudah biasa, pastilah setiap orang harus mengucap syukur kepada Tuhan. Ketika usaha diberkati oleh Tuhan, tentulah ucapan syukur yang dipanjatkan. Ketika anak-anak berhasil dalam studinya, tentulah ucapan syukur yang disampaikan. Pokoknya, apa saja yang merupakan berkat Tuhan, akan selalu ditanggapi dengan ucapan syukur. Namun sadarkah kita bahwa saking biasanya kita berkata,"syukurlah" kita kadang melupakan essensi ucapan syukur itu. Ucapan syukur lebih sering diungkapkan sebagai wujud terima kasih atas segala sesuatu yang kita terima dalam dunia ini. Kita melupakan bahwa dasar pengucapan syukur itu haruslah lahir dari pemahaman bahwa Tuhan sudah melepaskan saya dari cengkraman maut. Kita dipindahkan dari Maut kepada hidup di dalam Kristus. Jika ucapan syukur kita didasari pada hal ini maka, tidak ada alasan untuk tidak mengucap syukur. Jadi ucapan syukur kita akan bermakna lebih dalam dibandingkan jika hanya mengucap syukur diluar hal yang mendasar tadi. Jika kita lepaskan ucapan syukur kita dari hal mendasar ini, maka kadang kala kita mengeluh atas hal-hal kurang baik yang menimpa hidup ini.
Jadi milikilah ucapan syukur yang memberi makna lebih dalam di kehidupan ini. Dan makna itu hanya ada dalam pemahaman yang benar tentang kelepasan yang Kristus sudah kerjakan dalam menyelamatkan kita. Amin.
Salam,
Yohanes
01 Oktober, 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar