31 Oktober, 2007

MOTIVUS GLORIA

Kita kadang mendengar ungkapan seperti ini:”wah, motivasinya ga beres” Ungkapan itu menyiratkan penilaian yang negative atas tindakan seseorang. Ketika seseorang dengan gencar mencalonkan diri sebagai ”pejabat”, berbagai tanggapan akan bermunculan. Tanggapan itu didasarkan kepada gelagat yang ”kurang baik”. Misal: seorang calon dengan berbagai cara berusaha agar terpilih menjadi seorang ”pejabat” Nah cara-cara yang tidak lazim itulah yang kadang ditanggapi sebagai adanya motivasi yang terselubung dan dianggap sebagai motivasi yang negatif.
Apa sebenarnya motivasi itu? Apakah motivasi seseorang bisa diketahui oleh orang lain? Kadang kita terlalu cepat menghakimi seseorang hanya karena melihat tindakannya yang agak ”aneh”. Sedangkan kita sendiri sebenarnya tidak memahami motivasi orang hanya karena melihat tingkah lakunya. Motivasi adalah bagian yang tersembunyi dalam diri seseorang.
Motivasi adalah sesuatu yang menyebabkan seseorang melakukan sebuah tindakan. Motivasi berasal dari bahasa latin : MOTIVUS yang memiliki arti : alasan-alasan untuk bergerak.
Setiap gerakan atau tindakan senantiasa didasarkan kepada alasan-alasan mendasar dalam setiap diri individu. Kita kadang mengamati orang-orang di sekitar kita dengan berbagai aktivitasnya. Ketika kita melihat seseorang yang sangat rajin bekerja, maka kita berusaha menebak motivasi orang itu dengan berasumsi bahwa orang itu sedang mengejar suatu tujuan. Motivasi dasar orang bekerja biasanya karena alasan ekonomi. Karena alasan inilah maka orang bersedia untuk mengorbankan segalanya demi pemenuhan kebutuhan fisik. Namun ada alasan lainnya seperti alasan sosial. Orang tidak semata bekerja karena alasan ekonomi. Ada orang yang sangat rajin bekerja karena alasan pemenuhan kebutuhan akan penghargaan. Orang akan sangat puas bila dihargai, dihormati. Orang-orang semacam ini tidak lagi menempatkan uang sebagai motivasi dalam bekerja, namun penghargaan.
Apapun motivasi seseorang dalam bertindak, akan nampak dari bagaimana cara ia melakukan tindakan itu. Sebab motivasi yang benar, luhur akan senantiasa diikuti oleh sikap yang benar dan luhur pula. Mengapa ada orang yang menjadi kecewa ketika pekerjaannya kurang dihargai? Alasannya karena ia memang mendambakan penghargaan itu. Apakah itu salah? Tentu tidak. Namun harus diingat bahwa kita sedang berada dalam kumpulan orang dengan berbagai motivasi pula. Motivasi-motivasi karena alasan ekonomi, penghargaan, kekuasaan sifatnya sangat sementara. Kepuasan yang diperoleh sangatlah labil. Namun motivasi yang dilandasi oleh tujuan yang jangka panjang (Kekal), biasanya mendorong seseorang melakukan yang terbaik. Bekerja bukan lagi karena alasan ekonomi, penghargaan, kekuasaan. Bekerja sudah menjadi aktualisasi diri sebagai ungkapan syukur kita kepada Tuhan. Dengan demikian, bekerja bukan lagi menjadi sebuah beban. Bekerja akan menjadi suatu aktivitas dinamis dengan tujuan yang jauh lebih mulia. Bekerja bukan lagi hanya sekadar untuk memuaskan ego, tetapi lebih kepada melayani orang lain.
Apa motivasi anda dalam melakukan sebuah pekerjaan? Yesus menunjukan kepada anda sebuah motivasi yang sangat mulia dan kekal. Yesus berkata,”
Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

Tidak ada komentar: