20 Agustus, 2007

DIMERDEKAKAN UNTUK MEMERDEKAKAN
(Efesus 1-5)

1. Kemerdekaan adalah rencana Allah sejak kekekalan
Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan. (1:4)
Allah menciptakan manusia dalam kemerdekaan untuk menyembah Dia. Dan Allah telah
memilih kita untuk merdeka
Allah telah menentukan kita untuk menjadi anak-anakNya (1:5)
Kemerdekaan yang Allah berikan adalah kemerdekaan dalam relasi yang sangat special yaitu
sebagai anak-anak-Nya. Kemerdekaan hanya dapat dinikmati oleh seorang anak.
2. Manusia membutuhkan kemerdekaan, mengapa?
Manusia mati karena pelanggaran-pelanggarannya (2:1)
Manusia memilih untuk keluar dari kemerdekaan Allah dengan cara menghambakan diri
kepada dunia dan segala bentuk hawa nafsu
Dalam Yohanes 8:34-36 tertulis,” Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."

Manusia diciptakan untuk melakukan pekerjaan yang baik (2:10)
Sejak semula manusia di setting Allah untuk memuliakan nama-Nya. Karena itu ketika
manusia memberi diri diperbudak oleh dunia dengan segala nafsunya, maka saat itu manusia
membutuhkan kemerdekaan.

3. Allah memerdekaan Manusia

Menebus manusia dengan darah Kristus (1:7;2:13)
Untuk meraih sebuah kemerdekaan bukanlah usaha yang mudah. Ada pengorbanan yang
luar biasa. Kristus sudah menebus kita dari budak dosa agar kita merdeka melayani Dia
Memetraikan dengan Roh Kudus (1:13)
Kemerdekaan bukanlah hanya sekedar slogan. Kemerdekaan adalah sebuah status hukum yang pasti. Allah memberikan kepastian hukum melalui metrai Roh Kudus bahwa kita sungguh-sungguh sudah merdeka.

4. Tujuan Allah memerdekaan manusia:

Memulihkan relasi ”Bapa-anak” (1:5)
Menjadi tempat kediaman Allah di dalam Roh (2:22)
Menerima bagian yang telah ditentukan (1:12)
Menjadi puji-pujian bagi-Nya (1:12)

5. Tanggung jawab manusia dalam mengisi kemerdekaan

Menghidupi kehidupan dalam anugerah-Nya (2:8-9)
Orang percaya hendaknya selalu ingat dan sadar bahwa kemerdekaan secara rohani ini adalah karya Allah dalam Kristus. Jadi bukan usaha sendiri.
Dalam Efesus 2:8-9
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Sebuah pernyataan agung pernah diungkapkan,”Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati dan menghargai jasa-jasa para pahlawannya”

Menghidupi kehidupan yang bertumbuh menuju kepada master plan Allah(2:21)
Semua orang yang sudah dimerdekakan bertumbuh sesuai dengan kepenuhan Kristus (4:13). Suatu tanaman yang dihimpit oleh berbagai semak duri, mustahil bisa bertumbuh dengan baik. ”kemerdekaan” adalah modal menuju kepada pertumbuhan yang maksimal. Dalam Efesus 4:15, dituliskan,” tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
Kita bertumbuh di dalam segala hal : dalam pemahaman akan Allah, pengalaman bersama Dia, sikap, dalam cara berpikir. Namun semuanya ke arah yang sama yaitu Kristus.

Menghidupi kehidupan yang telah diciptakan baru oleh Allah dalam kebenaran dan kekudusan (4:24)
Semua orang yang sudah dimerdekakan adalah orang-orang baru. Mereka memiliki hukum baru yaitu : Kebenaran dan kekudusan. Dalam Galatia 5:13, dituliskan.”
Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

Memberi diri untuk memerdekakan orang dari tawanan.(Yesaya 61:1)
"Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara."



Tidak ada komentar: