09 Oktober, 2007

Menolak Menjadi Populer


Tiga bagian penting yang selalu menjadi incaran manusia dari masa ke masa adalah : Kekayaan, kekuasaan dan kemasyuran (popularitas). Ini bisa sebut sebagai tiga serangkai yang selalu berdampingan. Ketika orang mendapatkan apa itu kekuasaan, maka kedua temannya senantiasa mengikuti. Kekayaan dan ketenaran akan datang juga. Demikian juga ketika seseorang sudah tenar, terkenal, maka secara tidak langsung kekayaan dan kekuasaan biasanya hadir juga.

Dunia selalu mengincar ke-tiga bagian ini. Ketika manusia mendapatkannya ia akan merasakan bahwa ia sudah merengkuh dunia ini. Itulah sebabnya, tidak sedikit orang yang rela mengorbankan apa saja demi mendapatkan ketiga hal tersebut. Rasanya itulah yang menjadi tujuan hidup manusia.

Namun anda mungkin terkejut dengan pernyataan seseorang yang menyatakan,"Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias" (Lukas 4:41).

Ini merupakan kebalikan dari apa yang dikejar oleh dunia. Dunia dengan segala caranya berusaha untuk mengejar popularitas. Justru sebaliknya, Yesus menolak popularitas dunia ini. Ketika orang-orang mulai tahu siapa Dia, tentulah ini sebuah kesempatan untuk menjadi populer. Namun Yesus justru melarang mereka memberitakan siapa Dia sebenarnya. Apakah Yesus punya strategi lain? Kita tidak sedang melihat Yesus punya strategi lain dalam pernyataan-Nya. Ia datang ke dunia dengan misi yang jelas yaitu keselamatan umat manusia. Yesus tidak perlu mencari-cari popularitas semu seperti itu. Ia melakukan pekerjaan yang teramat mulia. Karena kerendahan hatiNya untuk mentaati kehendak Bapa, Ia dihormati di Sorga dan di Bumi.

Ini merupakan prinsip mendasar dalam hidup ini. Menjadi terkenal bukanlah tujuan. Namun sebaliknya, jika karena pekerjaan mulia yang kita lakukan menyebabkan kita dikenal orang itu adalah hal yang normal. Pepatah mengatakan:"Gajah mati meninggalkan gadingnya, manusia mati meninggalkan namanya." Itulah sebabnya, kita tidak sedang mengejar yang namanya popularitas. Menjadi populer bukanlah tujuan hidup. Orang-orang yang mengejar-ngejar kepopuleran akan jatuh dalam berbagai kesulitan hidup.

Dunia mungkin menganggap kita populer,namun belum tentu di hadapan Tuhan. Yang menjadi tujuan hidup kita sebagai orang percaya adalah mengenal Allah dan dikenal oleh Allah. Ayub dikenal oleh Allah. Bahkan Allah memberikan rekomendasi:"Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." (Ayub 1:8)

Pesan renungan kita pada hari ini adalah: jangan mengejar kepopuleran dunia ini. Kejarlah rekomendasi Allah. Apakah Allah akan memberikan rekomendasi baik pada anda atau sebaliknya.

Tidak ada komentar: